Langsung ke konten utama

Kanker Serviks

Haloo sobat semua,
Apa kabar, selamat datang di aprilnrblog.blogspot.com 

Kali ini kita akan membahas mengeni apa itu kanker serviks. Kalian semua pastinya sudah pernah mendengar kan apa bahaya penyakit kanker serviks? Perlu diketahui menurut WHO dicatat sebesar 25 ribu wanita di Indonesia meninggal karena penyakit ini. Nah kali ini kita akan mengkajinya lagi supaya ilmu kita bertambah .
Pengertian Kanker Serviks
   Untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa itu penyakit kanker serviks, maka terlebih dahulu kita harus mengerti tentang pengertian kanker serviks. Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah penyakit dimana tumbuhnya sel kanker pada leher rahim atau saluran yang menghubungkan vagina dengan rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV yang mudah menular.

Faktor Penyebab Kanker Serviks

      Pada umumnya penyakit kanker serviks biasanya di alami oleh wanita diatas usia 50 tahun, namun tidak menutup kemungkinan juga dapat menyerang wanita di usia produktif. Virus yang menyebabkan kanker serviks adalah human papillomavirus atau HPV. Virus HPV merupakan jenis virus yang sangat mudah menular dan berpindah, serta bisa menyebar tidak hanya melalui medium berupa cairan namun juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Bagi anda para wanita yang sering menggunakan toilet umum tentulah harus sangat berhati-hati, karena toilet merupakan tempat penyebaran virus HPV ini, apalagi jika toilet tersebut tidak terawat kebersihannya.Selain dari toilet, kanker serviks juga bisa terjadi karena melakukan hubungan seks sebelum usia wanita matang yaitu 20 tahun, terlalu banyak memakai cairan pembersih organ intim wanita, dan juga karena racun nikotin pada rokok. Biasakan selalu membawa tisu antiseptik ketika memakai toilet umum, dan usahakan membersihkan kemaluan dengan menggunakan air yang  bersih langsung dari keran.

Gejala-Gejala Kanker Serviks
a. Keputihan
keputihan atau keluarnya cairan bening dari vagina yang terus menerus dapat memicu keberadaan kanker serviks
b. i. Berat badan.
Hampir setiap jenis kanker dapat menurunkan berat badan Anda. Ketika leher rahim bengkak dan menekan perut, ini akan menyebabkan nafsu makan berkurang yang akhirnya mengakibatkan penurunan berat badan.
c.Perdarahan Kontak
Keluhan ini sering dijumpai pada awal stadium invasif, biasanya timbul perdarahan setelah bersenggama. Hal ini terjadi akibat trauma pada permukaan serviks yang telah mengalami lesi (Rasjidi Imam, 2008).
d. Nyeri
Rasa nyeri ini dirasakan di bawah perut bagian bawah sekitar panggul yang biasanya unilateral yang terasa menjalar ke paha dan ke seluruh panggul. Nyeri bersifat progresif sering dimulai dengan “Low Back Pain” di daerah lumbal, menjalar ke pelvis dan tungkai bawah, gangguan miksi dan berat badan semakin lama semakin menurun khususnya pada penderita stadium lanjut.
e.Konstipasi
kelainan pada sistem pencernaan di mana seorang manusia (atau mungkin juga pada hewan) mengalami pengerasan tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kakitan yang hebat pada penderitanya.
f. Inkontinensia Urin
kondisi di mana Anda tidak dapat mengontrol buang air kecil Anda. Pasien kehilangan kontrol kandung kemih. Akibatnya, urin keluar tiba-tiba dan mereka harus menggunakan popok ketika mereka mengalami penyakit ini.
g. Anemia.
Jika Anda menjalani diet namun tidak ada perubahan, tapi Anda sering merasa lelah atau jantung Anda berdetak lebih cepat setelah menjalani diet, biasanya wajah Anda akan terlihat pucat. Kondisi ini merupakan hasil dari perdarahan abnormal yang dapat menyebabkan kanker serviks.
h. Masalah kemih.
Saat serviks berkembang menjadi lebih besar, kandung kemih dan ginjal akan tertekan yang dapat mengganggu masuknya urine. Hal ini bisa menyebabkan sakit saat buang air kecil atau kontaminasi saluran kemih.

Cara-Cara Pencegahan Serviks
1. Rutin melakukan pemeriksaan pap smear
Pap Smear merupakan salah satu cara terbaik sebagai lini pertahanan pertama untuk mencegah kanker serviks. Metode screening satu ini berfungsi untuk mendeteksi sel-sel dalam leher rahim yang berpotensi menjadi kanker nantinya.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear pertama kali pada usia 21 tahun, terlepas apakah Anda sudah pernah berhubungan seksual atau belum. Tapi, jika usia Anda sudah lebih dari 21 tahun, Anda belum terlambat untuk segera melakukan pemeriksaan ini.
Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin setiap tiga tahun sekali (tanpa disertai tes HPV), bagi Anda yang berusia 21-30 tahun. Sedangkan bagi Anda yang berusia lebih dari 30 tahun, Anda disarankan untuk melakukan pap smear (disertai dengan tes HPV) setiap lima tahun sekali. Lakukan pemeriksaan pap smear segera rutin untuk mengurangi risiko kanker serviks. Jangan lupa, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum Anda memutuskan melakukan pemeriksaan ini.
2. Mendapatkan vaksinasi HPV
Cara lain yang tidak kalah penting untuk mencegah kanker serviks adalah melakukan vaksinasi HPV. Jika Anda wanita dan laki-laki berusia antara 9 sampai 26 tahun, Anda disarankan untuk mendapatkan vaksin ini.
Pada dasarnya vaksin HPV paling ideal diberikan pada mereka yang memang belum aktif secara seksual. Tapi, semua orang dewasa yang aktif secara seksual dan belum pernah mendapatkan vaksin ini sebelumnya, sebaiknya segera melakukan vaksinasi.
Wanita yang sudah aktif secara seksual harus melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksin HPV. Jika hasil pap smear normal, Anda boleh langsung mendapatkan vaksin HPV. Namun, jika pemeriksaan pap smear tidak normal, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melakukan diagnosis lebih lanjut.
Meski vaksin HPV bisa mengurangi risiko kanker serviks, tapi vaksin ini tidak menjamin Anda terlindung sepenuhnya dari penyakit kanker serviks. Anda tetap disarankan menjalani pola hidup sehat dan pap smear secara rutin meski sudah mendapatkan vaksinasi HPV.
3. Hindari merokok
Anda bisa mengurangi kemungkinan terkena kanker serviks dengan tidak merokok. Tidak merokok adalah cara penting lainnya untuk mengurangi risiko kanker serviks. Pasalnya, racun rokok bersifat oksidatif sehingga bisa memicu sel kanker muncul dan bertambah ganas.
4. Lakukan seks yang aman
Lebih dari 90 persen kanker serviks disebabkan karena terinfeksi virus HPV. Penyebaran virus ini terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman, maka gunakan kondom ketika berhubungan seksual untuk mengurangi risiko tertular HPV.
Selain itu, risiko tertular HPV juga meningkat apabila sering bergonta-ganti pasangan seksual. Wanita yang hanya memiliki satu pasangan pun bisa terinfeksi virus ini jika pasangannya memiliki banyak pasangan seksual lain.
5. Menjaga kebersihan vagina
Selain melakukan pap smear untuk mencegah kanker serviks, Anda juga harus menjaga kebersihan vagina terutama saat menstruasi dan keputihan. Menggunakan cairan antiseptik kewanitaan yang mengandung povidone iodine mungkin bisa Anda lakukan untuk menjaga kebersihan vagina Anda, terutama ketika masa “red menstruasi.

Hanya itu yang bisa saya share, apabila ada kesalahan penulisan saya sebagai penulis memohon maaf sebesar-besarnya, semoga menambah pengetahuan kita semua dan semoga bermanfaat.

Terima kasih.

Komentar